Rabu, 31 Oktober 2018

PERBAIKAN MUTU GENETIK PADA MANUSIA



PERBAIKAN MUTU GENETIK PADA MANUSIA



Perbaikan kualitas diri pada setiap individu manusia sangat penting untuk dilakukan. Individu-individu yang berkualitas tinggi akan mampu bersaing di era modern sehingga mampu  membentuk masyarakat dan bangsa yang bermutu. Perbaikan kualitas diri pada manusia dapat dilakukan melalui tiga cara yaitu: eugenetika, eutenika, dan eufenika.

  •      Eugenetika merupakan usaha perbaikan mutu genetik manusia melalui aplikasi hukum-hukum hereditas. Aplikasi hukum-hukumhereditas terutama bertujuan untuk menghindari penyakit-penyakit atau cacat yang bersifat menurun dan mempertahankan karakter-karakter positif (baik) yang diinginkan. Usaha-usaha dalam eugenetika, antara lain sebagai berikut:

a.       Menghindari perkawinan antaranggota keluarga yang masih saudara (dekat hubungan        darah). Hal ini untuk menghindari munculnya penyakit yang bersifat resesif.
b.      Perlu memahami karakter-karakter tertentu melalui peta silsilah (pedigree), misalnya         diabetes militus, buta warna, hemophilia, hipertensi, factor rhesus, atau albino.
c.       Perlu diadakan pemeriksaan kesehatan pada calon pasangan suami-istri.
d.      Tidak merencanakan memiliki banyak keturunan bagi pasangan suami-istri yang kurang    berkualitas secara genetic, untuk menghindari risiko terjadinya kelainan pada keturunan yang dihasilkan.
e.      Menghindari perkawinan dengan orang-orang yang menderita gangguan mental,               misalnya debil, imbisil, dan idiot, karena gangguan mental tersebut dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya melalui genetic.

  •    Eutenika adalah peningkatan kualitas manusia melalui lingkungan, antara lain:

a.       Diagnosis prenatal bagi ibu yang sedang hamil
b.      Perbaikan gizi keluarga
c.       Perbaikan mutu pendidikan
d.      Menciptakan lingkungan tempat tinggal yang baik
  •  Eufenika adalah penyembuhan gejala dari penyakit-penyakit genetis. Beberapa penyakit genetis merupakan gangguan metabolisme tubuh, seperti tidak adanya enzim tertentu. Sebagai contoh, bayi penderita fenilketonuria (phenylketonuria, PKU). PKU terjadi karena gangguan metabolisme fenilalanin dan menyebabkan keterbelakangan mental yang parah. Jika dapat terdeteksi ;ebih dini, dapat dilakukan diet fenilalanin sehingga anak tersebut dapat berkembang secara normal. Dengan teknologi plasmid, dapat dilakukan penyisipan gen-gen yang mengendalikan produksi enzim sehingga penderita mampu memproduksi enzim secara normal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar