PERBAIKAN MUTU GENETIK PADA MANUSIA
Perbaikan kualitas diri pada
setiap individu manusia sangat
penting untuk dilakukan. Individu-individu yang berkualitas tinggi
akan mampu bersaing di era modern sehingga mampu membentuk masyarakat dan bangsa yang bermutu. Perbaikan kualitas diri
pada manusia dapat dilakukan melalui
tiga cara yaitu: eugenetika, eutenika, dan eufenika.
- Eugenetika merupakan usaha perbaikan mutu genetik manusia melalui aplikasi hukum-hukum hereditas. Aplikasi hukum-hukumhereditas terutama bertujuan untuk menghindari penyakit-penyakit atau cacat yang bersifat menurun dan mempertahankan karakter-karakter positif (baik) yang diinginkan. Usaha-usaha dalam eugenetika, antara lain sebagai berikut:
a.
Menghindari perkawinan
antaranggota keluarga yang masih saudara (dekat hubungan darah). Hal ini untuk
menghindari munculnya penyakit yang bersifat resesif.
b.
Perlu memahami
karakter-karakter tertentu melalui peta silsilah (pedigree), misalnya diabetes
militus, buta warna, hemophilia, hipertensi, factor rhesus, atau albino.
c.
Perlu diadakan
pemeriksaan kesehatan pada calon pasangan suami-istri.
d.
Tidak
merencanakan memiliki banyak keturunan bagi pasangan suami-istri yang kurang
berkualitas secara genetic, untuk menghindari risiko terjadinya kelainan pada
keturunan yang dihasilkan.
e. Menghindari perkawinan dengan orang-orang yang
menderita gangguan mental, misalnya debil, imbisil, dan idiot, karena gangguan
mental tersebut dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya melalui genetic.
- Eutenika adalah peningkatan kualitas manusia melalui lingkungan, antara lain:
a.
Diagnosis
prenatal bagi ibu yang sedang hamil
b.
Perbaikan gizi
keluarga
c.
Perbaikan mutu
pendidikan
d.
Menciptakan
lingkungan tempat tinggal yang baik
- Eufenika adalah penyembuhan gejala dari penyakit-penyakit genetis. Beberapa penyakit genetis merupakan gangguan metabolisme tubuh, seperti tidak adanya enzim tertentu. Sebagai contoh, bayi penderita fenilketonuria (phenylketonuria, PKU). PKU terjadi karena gangguan metabolisme fenilalanin dan menyebabkan keterbelakangan mental yang parah. Jika dapat terdeteksi ;ebih dini, dapat dilakukan diet fenilalanin sehingga anak tersebut dapat berkembang secara normal. Dengan teknologi plasmid, dapat dilakukan penyisipan gen-gen yang mengendalikan produksi enzim sehingga penderita mampu memproduksi enzim secara normal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar